Benchmarking Implementasi Mutu Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Sebelas Maret (UNS Solo)

Blog Single

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSI Samarinda, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UINSI Samarinda melakukan Benchmarking Implementasi Mutu Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)  pada Universita Sebelas Maret (UNS) Solo tanggal 28 Desember 2023, untuk kegiatan Benchmarking bertempat di Gedung FKIP Ruang Senat UNS Solo. kegiatan ini di hadiri Ketua Senat UNS, Skretaris LPM, KAPUS LPM, Staf Administrasi, Staf IT Support.

Dalam kapasitas saya sebagai Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, yang mewakili Ketua LPM yang berhalangan hadir, saya, Muhammad Iswadi, M.Pd., bersama dengan Kepala Pusat Muhammad Khirul Rijal, M.Pd., Staf Admin Muhammad Nur, S.Pd., dan Staf IT Support Muhammad Egy Pratama, S.Kom., hadir dengan penuh antusias untuk mendapatkan arahan dan panduan terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Kami percaya bahwa UNS memiliki pengalaman dan keahlian yang berharga dalam menerapkan RPL, dan dengan dukungan serta bimbingan yang tepat, kami berharap dapat mengimplementasikan praktik terbaik ini di lingkungan kami sendiri. Kami sangat menghargai waktu dan kesempatan ini untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan dengan UNS dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kedua institusi. Terima kasih atas arahan yang akan diberikan kepada kami.

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., menandai komitmen universitas dalam mengakui dan memberikan nilai pada pengalaman pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan akademis formal. Dengan pendekatan ini, UNS berusaha menghargai beragam bentuk pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh mahasiswa dari pengalaman sebelumnya, baik melalui pekerjaan, pelatihan, atau aktivitas lainnya. Prof. Dr. Sarwanto sebagai pemimpin tim RPL memastikan bahwa proses rekognisi dilakukan secara adil dan transparan, memberikan peluang kepada mahasiswa untuk mengakui potensi mereka yang tidak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman hidup mereka. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara universitas dan mahasiswa, tetapi juga menggambarkan upaya UNS dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang responsif terhadap keanekaragaman pengalaman dan bakat mahasiswa.

Silahkan Tinggalkan Komentar !